Apa Perbandingan Budaya Politik Modern dan Budaya Politik Tradisional di Indonesia?

Apa Perbandingan Budaya Politik Modern dan Budaya Politik Tradisional di Indonesia?

Budaya politik adalah suatu sistem kepercayaan, simbol, dan nilai yang menentukan bagaimana masyarakat berinteraksi dengan sistem politik. Budaya politik mempengaruhi sikap, orientasi, dan perilaku politik masyarakat dalam berbagai aspek, seperti partisipasi, keterbukaan, kritik, toleransi, dan kerjasama. Budaya politik juga mencerminkan sejarah, tradisi, dan kebudayaan suatu bangsa.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya. Hal ini juga tercermin dalam budaya politiknya yang beragam. Berdasarkan klasifikasi Almond dan Verba (1963), budaya politik dapat dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu:

  • Budaya politik parokial, yaitu budaya politik yang menunjukkan rendahnya kesadaran dan partisipasi politik masyarakat. Masyarakat cenderung tidak peduli dengan sistem politik dan pemerintah. Masyarakat hanya mengutamakan kepentingan lokal dan primordial. Budaya politik ini biasanya ditemukan pada masyarakat tradisional yang terisolasi dari pengaruh luar.
  • Budaya politik kaula (subyek), yaitu budaya politik yang menunjukkan adanya kesadaran dan ketergantungan politik masyarakat terhadap pemerintah. Masyarakat cenderung pasif dan tunduk pada otoritas penguasa. Masyarakat tidak memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mengkritik atau mengubah sistem politik. Budaya politik ini biasanya ditemukan pada masyarakat yang mengalami penjajahan, feodalisme, atau paternalisme.
  • Budaya politik partisipan, yaitu budaya politik yang menunjukkan tingginya kesadaran dan partisipasi politik masyarakat. Masyarakat cenderung aktif dan kritis terhadap sistem politik dan pemerintah. Masyarakat memiliki hak dan tanggung jawab untuk ikut menentukan kebijakan publik. Masyarakat juga memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mengontrol atau mengubah sistem politik. Budaya politik ini biasanya ditemukan pada masyarakat yang demokratis dan modern.

Berdasarkan tipe-tipe budaya politik di atas, dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki perpaduan antara budaya politik modern dan budaya politik tradisional. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Sejarah perkembangan sistem politik Indonesia yang mengalami berbagai perubahan, mulai dari masa pra-kolonial, kolonial, revolusi, orde lama, orde baru, reformasi, hingga saat ini. Setiap masa memiliki karakteristik budaya politik yang berbeda-beda.
  • Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan berbagai suku, bahasa, agama, dan kebudayaan. Hal ini menyebabkan adanya keragaman budaya politik di tingkat lokal maupun nasional.
  • Tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat Indonesia yang masih bervariasi. Hal ini mempengaruhi tingkat kesadaran dan partisipasi politik masyarakat.
  • Pengaruh globalisasi dan demokratisasi yang membawa perubahan dalam sistem politik Indonesia. Hal ini mendorong munculnya budaya politik yang lebih terbuka, kritis, dan partisipatif.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa budaya politik modern dan budaya politik tradisional di Indonesia memiliki perbedaan maupun persamaan. Perbedaannya terletak pada tingkat kesadaran, partisipasi, keterbukaan, kritik, toleransi, dan kerjasama dalam berinteraksi dengan sistem politik. Persamaannya terletak pada adanya nilai-nilai kebangsaan yang menjadi landasan bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.