Apa saja peran Indonesia dalam afta?

AFTA atau ASEAN Free Trade Area adalah sebuah kerjasama perdagangan bebas antara negara-negara anggota ASEAN yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. AFTA dibentuk pada tahun 1992 dalam KTT ASEAN ke-4 di Singapura dan mulai berlaku pada tahun 1993.

Peran Indonesia dalam AFTA

Indonesia merupakan salah satu pelopor, pendiri, dan anggota aktif AFTA. Indonesia memiliki peran penting dalam AFTA karena memiliki potensi ekonomi yang besar, posisi geografis yang strategis, dan populasi yang terbesar di ASEAN. Berikut ini adalah beberapa peran Indonesia dalam AFTA:

1. Indonesia berperan sebagai penyambung atau jembatan kepentingan negara-negara ASEAN dengan negara-negara ekonomi besar lainnya, seperti G20, China, India, Jepang, dan Amerika Serikat

Indonesia juga menjadi satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota G20, sebuah forum kerjasama ekonomi internasional yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa. Sebagai Presidensi G20 tahun 2022, Indonesia berusaha membawa isu-isu penting yang berkaitan dengan ASEAN ke dalam agenda G20, seperti pemulihan ekonomi pasca pandemi, perubahan iklim, ketahanan pangan, dan digitalisasi.

2. Indonesia berperan sebagai penggerak integrasi ekonomi di kawasan ASEAN melalui berbagai inisiatif dan program kerjasama, seperti ASEAN Economic Community (AEC), Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), ASEAN Single Window (ASW), dan ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA).

Indonesia juga berupaya meningkatkan konektivitas fisik, institusional, dan manusia di antara negara-negara ASEAN melalui proyek-proyek infrastruktur, harmonisasi regulasi, dan mobilitas tenaga kerja.

3. Indonesia berperan sebagai mitra kerjasama di bidang industri, pertanian, dan kehutanan di kawasan ASEAN. Indonesia menjadi markas COFAF (Committee on Food, Agriculture and Forestry), sebuah komite yang bertugas memberikan suplai terhadap bidang pangan, pertanian, dan kehutanan.

Indonesia juga mendirikan Industri Pupuk ASEAN di Aceh (AAF), sebuah industri bersama yang memproduksi pupuk urea dan amonia cair untuk memenuhi kebutuhan pupuk di kawasan ASEAN. Selain itu, Indonesia juga aktif mengembangkan informasi dan teknologi komunikasi di bidang pertanian melalui Koperasi ASEAN (ACO).

Dampak Peran Indonesia dalam AFTA

Peran Indonesia dalam AFTA memberikan dampak positif maupun negatif bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia. Berikut ini adalah beberapa dampak peran Indonesia dalam AFTA:

Dampak positif:

  • Produk-produk Indonesia dapat masuk ke pasar negara-negara ASEAN dengan lebih mudah dan murah karena adanya pengurangan atau penghapusan tarif impor antarnegara ASEAN.
  • Produk-produk Indonesia dapat bersaing dengan produk-produk dari negara-negara lain karena adanya peningkatan kualitas dan standar produk sesuai dengan kesepakatan AFTA.
  • Peluang pasar baru bagi produk-produk Indonesia terbuka lebih lebar karena adanya integrasi ekonomi dan konektivitas antarnegara ASEAN.
  • Investasi asing ke Indonesia meningkat karena adanya daya tarik pasar yang besar, sumber daya alam yang melimpah, dan iklim usaha yang kondusif di kawasan ASEAN.
  • Pariwisata Indonesia berkembang karena adanya mobilitas wisatawan yang lebih tinggi di kawasan ASEAN.
  • Tenaga kerja Indonesia dapat bekerja di negara-negara ASEAN dengan lebih mudah karena adanya perjanjian kerjasama tenaga kerja antarnegara ASEAN.

Dampak negatif:

  • Persaingan produk-produk lokal Indonesia dengan produk-produk impor dari negara-negara ASEAN menjadi lebih ketat karena adanya liberalisasi perdagangan.
  • Beberapa sektor industri Indonesia mengalami penurunan produksi dan kinerja karena tidak mampu bersaing dengan produk-produk dari negara-negara ASEAN yang lebih efisien dan berkualitas.
  • Ketergantungan Indonesia terhadap negara-negara ASEAN menjadi lebih besar karena adanya integrasi ekonomi dan keterbukaan pasar.
  • Masalah lingkungan hidup Indonesia menjadi lebih kompleks karena adanya peningkatan aktivitas ekonomi dan industri yang berdampak pada pencemaran dan kerusakan lingkungan.
  • Masalah sosial budaya Indonesia menjadi lebih rumit karena adanya mobilitas manusia yang lebih tinggi di kawasan ASEAN yang berpotensi menimbulkan konflik, ketimpangan, dan perubahan nilai-nilai budaya.

Kesimpulan

Indonesia memiliki peran penting dalam AFTA sebagai pelopor, pendiri, dan anggota aktif kerjasama perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN. Peran Indonesia dalam AFTA mencakup berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, industri, pertanian, dan kehutanan. Peran Indonesia dalam AFTA memberikan dampak positif maupun negatif bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia perlu memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan yang ada dalam AFTA dengan bijak dan bertanggung jawab.