Bagaimana akibat politik adu domba yang diterapkan penjajah terhadap bangsa Indonesia?​

Politik adu domba adalah strategi yang digunakan oleh penjajah untuk memecah belah bangsa Indonesia agar mudah dikuasai. Politik ini berakibat buruk bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, karena menimbulkan permusuhan, kecurigaan, dan diskriminasi antara kelompok-kelompok masyarakat. Politik adu domba juga menghambat perkembangan nasionalisme dan perjuangan kemerdekaan Indonesia, karena mengalihkan perhatian dari musuh bersama, yaitu penjajah.

Politik adu domba yang diterapkan penjajah terhadap bangsa Indonesia antara lain adalah:

  • Membagi wilayah Indonesia menjadi beberapa daerah yang berbeda dalam hal administrasi, hukum, dan ekonomi. Misalnya, Hindia Belanda dibagi menjadi Jawa dan Madura, Nusantara Timur, Nusantara Barat, dan Nusantara Tengah. Hal ini membuat masyarakat Indonesia sulit berkomunikasi dan bersatu.
  • Membuat perbedaan perlakuan antara pribumi dan non-pribumi. Penjajah memberikan hak-hak istimewa kepada non-pribumi, seperti Eropa, Tionghoa, dan Arab, sedangkan pribumi diperlakukan sebagai kelas bawahan yang harus tunduk dan patuh. Hal ini menimbulkan rasa iri, benci, dan minder di kalangan pribumi.
  • Memecah belah masyarakat Indonesia berdasarkan agama, suku, ras, atau golongan. Penjajah memanfaatkan perbedaan-perbedaan ini untuk menanamkan rasa saling curiga dan bermusuhan antara kelompok-kelompok masyarakat. Misalnya, penjajah memprovokasi konflik antara Islam dan Kristen, Jawa dan Sunda, Bali dan Lombok, atau Batak dan Minang.
  • Mengadu domba para pemimpin dan tokoh nasional yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Penjajah mencoba mempengaruhi, menyuap, atau mengancam para pemimpin dan tokoh nasional agar berselisih paham atau berkhianat kepada bangsa Indonesia. Misalnya, penjajah mencoba memecah belah organisasi-organisasi pergerakan nasional seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, atau PNI.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa politik adu domba yang diterapkan penjajah terhadap bangsa Indonesia memiliki akibat yang sangat merugikan bagi bangsa Indonesia. Politik ini menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, menghambat perkembangan nasionalisme dan perjuangan kemerdekaan Indonesia, serta menimbulkan luka-luka sejarah yang sulit disembuhkan. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dari segala bentuk ancaman dan gangguan.