Bagaimana kondisi kerajaan Majapahit pada tempo dulu?

Bagaimana kondisi kerajaan Majapahit pada tempo dulu? – Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar dan terkuat yang pernah ada di Nusantara. Kerajaan ini berdiri pada tahun 1293 Masehi oleh Raden Wijaya, menantu raja Singasari yang terakhir. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389 Masehi) dan Mahapatih Gajah Mada (1334-1364 Masehi). Pada masa ini, Kerajaan Majapahit berhasil menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara, bahkan sampai ke sebagian Asia Tenggara.

Bagaimana kondisi kerajaan Majapahit pada tempo dulu?

Namun, bagaimana kondisi masyarakat kerajaan Majapahit pada tempo dulu? Apa saja yang menjadi ciri khas dan keunikan dari kehidupan masyarakat Majapahit? Artikel ini akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan mengulas beberapa aspek penting dari kehidupan masyarakat Majapahit, yaitu:

  • Kondisi sosial
  • Kondisi ekonomi
  • Kondisi budaya

Kondisi sosial

Masyarakat Majapahit hidup dalam sebuah sistem sosial yang terstruktur dan teratur. Sistem sosial ini dibagi menjadi beberapa golongan atau kasta, yaitu:

  • Brahmana: golongan tertinggi yang terdiri dari para pendeta, guru, dan ahli agama. Mereka memiliki hak istimewa dan dihormati oleh masyarakat.
  • Ksatria: golongan kedua yang terdiri dari para bangsawan, pejabat, dan prajurit. Mereka bertugas menjaga keamanan dan ketertiban kerajaan.
  • Waisya: golongan ketiga yang terdiri dari para pedagang, pengrajin, dan petani. Mereka menjadi tulang punggung perekonomian kerajaan.
  • Sudra: golongan terendah yang terdiri dari para buruh, budak, dan rakyat jelata. Mereka hidup sederhana dan tunduk pada golongan-golongan di atasnya.

Meskipun ada perbedaan kasta, masyarakat Majapahit hidup dalam suasana yang harmonis dan toleran. Mereka menghormati perbedaan agama dan budaya yang ada di kerajaan. Agama-agama yang berkembang di Majapahit antara lain adalah Hindu, Buddha, Islam, dan Kejawen. Masyarakat Majapahit juga mengenal konsep Mitreka Satata, yaitu teman sejajar atau setara. Konsep ini menggambarkan hubungan baik antara Majapahit dengan kerajaan-kerajaan lain di Nusantara maupun luar Nusantara.

Kondisi ekonomi

Masyarakat Majapahit memiliki perekonomian yang maju dan berkembang. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Keadaan geografis: Kerajaan Majapahit berada di Pulau Jawa yang memiliki tanah yang subur dan banyak menghasilkan padi, lada, garam, serta kain. Selain itu, Kerajaan Majapahit juga memiliki banyak pelabuhan laut yang strategis untuk berdagang dengan negara-negara lain.
  • Hubungan dagang: Kerajaan Majapahit menjalin hubungan dagang dengan banyak negara asing, seperti Tiongkok, Siam, Kamboja, Champa, India, Arab, dan Persia. Kerajaan Majapahit mengekspor berbagai komoditas, seperti gading, timah, beras, besi, intan, ikan, cengkih, pala, kapas, dan kayu cendana. Kerajaan Majapahit juga mengimpor barang-barang seperti sutra, porselen, kaca, emas, perak, rempah-rempah, dan senjata.
  • Mata uang: Kerajaan Majapahit memiliki mata uang sendiri yang disebut dengan gajah atau gajahan. Mata uang ini terbuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Mata uang ini memiliki nilai yang tinggi dan diakui oleh negara-negara lain.

Kondisi budaya

Masyarakat Majapahit memiliki budaya yang kaya dan beragam. Budaya Majapahit dipengaruhi oleh budaya Hindu, Buddha, dan Jawa. Beberapa contoh budaya Majapahit antara lain adalah:

  • Sastra: Kerajaan Majapahit menghasilkan banyak karya sastra yang terkenal, seperti Kitab Negarakertagama, Pararaton, Sutasoma, Arjunawiwaha, dan Kakawin Bharatayuddha. Karya-karya sastra ini ditulis dalam bahasa Jawa Kuno atau bahasa Sansekerta dengan menggunakan aksara Jawa atau aksara Pallawa.
  • Seni: Kerajaan Majapahit mengembangkan berbagai seni, seperti seni ukir, seni pahat, seni lukis, seni musik, dan seni tari. Contoh-contoh seni Majapahit antara lain adalah relief Candi Penataran, patung Gajah Mada, lukisan wayang beber, gamelan, dan tari topeng.
  • Arsitektur: Kerajaan Majapahit membangun banyak bangunan yang megah dan indah, seperti candi, istana, gapura, dan bendungan. Contoh-contoh arsitektur Majapahit antara lain adalah Candi Majapahit, Istana Ratu Boko, Gapura Wringin Lawang, dan Bendungan Wukir.

Demikianlah ulasan singkat tentang bagaimana kondisi kerajaan Majapahit pada tempo dulu. Dari ulasan ini, kita dapat melihat bahwa masyarakat Majapahit memiliki kehidupan yang berkualitas dan beradab. Mereka juga memiliki warisan budaya yang luar biasa yang patut kita banggakan dan lestarikan. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang sejarah Nusantara.