Jelaskan arti dari pembela-pembela insidentil?

Pembela-pembela insidentil adalah orang-orang yang berjuang untuk hak asasi manusia (HAM) atau lingkungan hidup tanpa memiliki latar belakang organisasi atau kelembagaan yang resmi. Mereka biasanya terlibat dalam aksi pembelaan karena mengalami atau menyaksikan pelanggaran HAM atau kerusakan lingkungan secara langsung, dan merasa perlu untuk melakukan sesuatu.

Pembela-pembela insidentil berbeda dari pembela HAM atau lingkungan yang profesional, yang memiliki afiliasi dengan lembaga bantuan hukum, komisi HAM, LSM, atau kelompok advokasi lainnya. Pembela-pembela insidentil mungkin tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan hukum yang memadai, tetapi mereka memiliki motivasi dan semangat yang tinggi untuk membela hak-hak mereka dan orang lain.

Salah satu contoh pembela-pembela insidentil adalah para petani yang menentang proyek tambang batu bara di Kalimantan Selatan. Mereka menghadapi ancaman, intimidasi, dan kekerasan dari pihak perusahaan dan aparat keamanan. Meskipun demikian, mereka tetap berjuang untuk melindungi tanah dan sumber daya alam mereka dari eksploitasi dan pencemaran.

Pembela-pembela insidentil sering menghadapi risiko tinggi karena kurangnya perlindungan dan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan media. Mereka juga rentan terhadap kriminalisasi, yaitu proses di mana aktivitas pembelaan mereka dianggap sebagai tindakan melawan hukum atau mengganggu ketertiban umum. Menurut catatan Auriga, sepanjang 2014-2022, ada 102 kasus menimpa pembela lingkungan di berbagai di Indonesia. Rinciannya, 16 kasus alami kekerasan fisik, delapan kasus pembunuhan, tujuh kasus intimidasi, tiga kasus imigrasi atau deportasi, dan satu perusakan properti.

Untuk itu, perlu adanya upaya bersama untuk mengakui, menghormati, dan melindungi hak-hak pembela-pembela insidentil sebagai bagian dari masyarakat sipil yang berkontribusi terhadap pemajuan HAM dan lingkungan hidup di Indonesia. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan bantuan hukum dan pendampingan kepada pembela-pembela insidentil yang mengalami pelanggaran atau kriminalisasi. Selain itu, perlu juga meningkatkan kesadaran dan solidaritas publik terhadap perjuangan pembela-pembela insidentil melalui media sosial, kampanye, dan advokasi .