Jelaskan pengaruh islam terhadap nusantara dalam bidang sosial budaya dan kesenian

Islam merupakan agama yang masuk ke Nusantara sejak abad ke-7 Masehi. Islam tidak hanya membawa ajaran kepercayaan, tetapi juga pengaruh dalam bidang sosial budaya dan kesenian. Dalam tulisan ini, kita akan membahas beberapa pengaruh Islam terhadap Nusantara dalam bidang tersebut.

Bidang sosial budaya mencakup aspek-aspek seperti sistem pemerintahan, hukum, adat istiadat, bahasa, dan pendidikan. Islam memberikan pengaruh yang signifikan dalam bidang ini, antara lain:

  • Sistem pemerintahan: Islam memperkenalkan konsep khilafah atau kepemimpinan yang berdasarkan pada syariat Islam. Beberapa kerajaan di Nusantara menganut sistem ini, seperti Samudera Pasai, Demak, Aceh, Mataram, dan Banten. Islam juga mempengaruhi struktur pemerintahan, seperti adanya lembaga ulama, pengadilan syariah, dan jabatan-jabatan seperti sultan, adipati, syahbandar, dan lain-lain.
  • Hukum: Islam mengajarkan hukum yang bersumber dari Al-Quran dan Hadis. Hukum ini diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti perkawinan, waris, pidana, perdata, dan lain-lain. Beberapa contoh hukum Islam yang diterapkan di Nusantara adalah hukum jinayat (pidana), hukum muamalat (perdata), hukum munakahat (perkawinan), dan hukum faraid (waris).
  • Adat istiadat: Islam memberikan pengaruh dalam adat istiadat masyarakat Nusantara, seperti dalam hal pakaian, makanan, upacara, dan tradisi. Beberapa contoh adat istiadat yang dipengaruhi oleh Islam adalah penggunaan jilbab atau kerudung bagi wanita, larangan mengonsumsi babi dan minuman keras, perayaan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, ziarah kubur, tahlilan, dan lain-lain.
  • Bahasa: Islam memperkaya kosakata bahasa-bahasa di Nusantara dengan kata-kata yang berasal dari bahasa Arab. Beberapa contoh kata-kata yang berasal dari bahasa Arab adalah salam, iman, ibadah, zakat, shalat, puasa, haji, jihad, syahadat, ilmu, kitab, surat, ayat, hadis, sunnah, kafir, halal, haram, dunia, akhirat, dan lain-lain.
  • Pendidikan: Islam mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang bertujuan untuk menyebarkan ajaran Islam dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Beberapa contoh lembaga pendidikan yang didirikan oleh Islam adalah pesantren (pondok pesantren), madrasah (sekolah agama), surau (tempat belajar Al-Quran), dan masjid (tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial).

Bidang kesenian mencakup aspek-aspek seperti seni rupa, seni sastra, seni musik, seni tari, seni teater, dan seni arsitektur. Islam memberikan pengaruh yang beragam dalam bidang ini,
antara lain:

  • Seni rupa: Islam mengembangkan seni rupa yang bersifat abstrak dan geometris. Seni rupa ini menghindari penggambaran makhluk hidup yang dianggap bertentangan dengan ajaran tauhid. Beberapa contoh seni rupa yang dipengaruhi oleh Islam adalah kaligrafi (seni tulis huruf Arab), ukiran (seni pahat kayu atau batu), batik (seni lukis kain dengan lilin), dan tenun (seni anyam benang).
  • Seni sastra: Islam menghasilkan karya-karya sastra yang berisi tentang ajaran Islam atau kisah-kisah para nabi dan sahabat. Beberapa contoh karya sastra yang dipengaruhi oleh Islam adalah syair (puisi berbentuk bait-bait berima), hikayat (cerita prosa yang bersifat epik), suluk (cerita prosa yang bersifat mistik), dan kitab (buku yang berisi tentang ilmu-ilmu agama).
  • Seni musik: Islam mengembangkan seni musik yang bersifat religius dan edukatif. Seni musik ini menggunakan alat-alat musik yang sederhana dan tidak mengganggu konsentrasi dalam beribadah. Beberapa contoh seni musik yang dipengaruhi oleh Islam adalah gambus (alat musik petik berdawai), rebana (alat musik pukul berbentuk bulat), marawis (alat musik pukul berbentuk tabung), dan qasidah (lagu-lagu yang berisi pujian kepada Allah dan Nabi).
  • Seni tari: Islam mengembangkan seni tari yang bersifat simbolis dan ekspresif. Seni tari ini menggunakan gerakan-gerakan yang halus dan tidak menimbulkan syahwat. Beberapa contoh seni tari yang dipengaruhi oleh Islam adalah saman (tari kelompok yang menggunakan tepukan tangan dan lantunan syair), zapin (tari pasangan yang menggunakan irama gambus), jaipong (tari tunggal yang menggunakan irama rebana), dan tari topeng (tari tunggal atau kelompok yang menggunakan topeng sebagai atribut).
  • Seni teater: Islam mengembangkan seni teater yang bersifat didaktis dan moralis. Seni teater ini menggunakan dialog-dialog yang mengandung pesan-pesan agama atau nasihat-nasihat kehidupan. Beberapa contoh seni teater yang dipengaruhi oleh Islam adalah wayang kulit (pertunjukan boneka kulit yang menceritakan kisah-kisah Ramayana atau Mahabharata dengan unsur-unsur Islam), wayang golek (pertunjukan boneka kayu yang menceritakan kisah-kisah para wali), lenong (pertunjukan drama komedi yang menggunakan bahasa Betawi), dan sandiwara (pertunjukan drama realistis yang menggunakan bahasa Indonesia).
  • Seni arsitektur: Islam mengembangkan seni arsitektur yang bersifat fungsional dan estetis. Seni arsitektur ini menggunakan bentuk-bentuk yang sederhana dan harmonis. Beberapa contoh seni arsitektur yang dipengaruhi oleh Islam adalah masjid (bangunan tempat ibadah umat Islam), makam (bangunan tempat pemakaman orang-orang terkemuka), istana (bangunan tempat tinggal raja atau sultan), dan benteng (bangunan tempat pertahanan dari serangan musuh).