Jelaskan pengertian kepemilikan tanah absentee!

Tanah absentee adalah tanah pertanian yang dimiliki oleh orang atau badan hukum yang tidak tinggal atau tidak terlibat langsung dalam pengelolaan tanah tersebut.

Tanah absentee biasanya berada di luar wilayah domisili pemiliknya, sehingga tanah tersebut tidak terawat atau tidak produktif. Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No. 5 Tahun 1960 melarang kepemilikan tanah secara absentee, dengan alasan kepentingan sosial dan perlindungan tanah.

Pemilik tanah absentee harus menjual, menukar, menyewa, atau menghibahkan tanahnya kepada masyarakat sekitar, atau meminta anggota keluarganya untuk mengurus tanah tersebut. A

da beberapa pengecualian untuk kepemilikan tanah absentee, seperti pegawai negeri atau TNI yang dapat berpindah tugas ke wilayah lain, atau penduduk yang berdomisili di kecamatan yang berbatasan dengan kecamatan tempat tanah berada.

Kepemilikan tanah secara absentee hanya berlaku untuk tanah pertanian, bukan untuk lahan yang digunakan untuk membangun properti .