Jelaskan perbedaan antara peran laki-laki dan perempuan menurut pandangan masyarakat, sosial, budaya

Peran laki-laki dan perempuan adalah salah satu topik yang sering dibahas dalam kajian gender. Gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya. Gender dipengaruhi oleh konstruksi sosial, misalnya peran gender dan identitas gender yang mengaitkan diri dengan jenis kelamin. Pandangan masyarakat dan budaya tentang laki-laki adalah bahwa ia harus kuat, sedangkan perempuan biasanya lebih lemah lembut dan gemulai.

Peran gender adalah tugas, tanggung jawab, hak, dan kewajiban yang diharapkan oleh masyarakat kepada laki-laki dan perempuan berdasarkan jenis kelamin mereka. Peran gender dapat berbeda-beda di setiap masyarakat, sosial, dan budaya, tergantung pada nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat tersebut. Peran gender juga dapat berubah seiring dengan perkembangan zaman dan dukungan masyarakat itu sendiri.

Contoh peran gender yang umum di masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut:

– Laki-laki dianggap sebagai kepala rumah tangga, pencari nafkah, pelindung, dan pemimpin.
– Perempuan dianggap sebagai ibu rumah tangga, pengurus anak dan suami, penjaga keharmonisan keluarga, dan pengikut.
– Laki-laki diharapkan memiliki sifat maskulin, seperti berani, mandiri, tegas, rasional, kompetitif, dan ambisius.
– Perempuan diharapkan memiliki sifat feminin, seperti lemah lembut, patuh, penurut, emosional, kooperatif, dan rendah hati.

Perbedaan peran gender ini seringkali menimbulkan ketimpangan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan dan sektor pembangunan. Misalnya:

– Laki-laki mendominasi ranah publik, seperti politik, ekonomi, pendidikan, hukum, media, dan budaya.
– Perempuan terbatas pada ranah domestik, seperti rumah tangga, reproduksi, perawatan keluarga, dan pekerjaan informal.
– Laki-laki mendapatkan lebih banyak akses, sumber daya, kesempatan, penghargaan, dan kekuasaan daripada perempuan.
– Perempuan mengalami lebih banyak hambatan, diskriminasi, kekerasan, kemiskinan, dan ketergantungan daripada laki-laki.

Untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender antara laki-laki dan perempuan, diperlukan strategi pengarusutamaan gender (PUG) dalam semua kebijakan dan program pembangunan. PUG adalah proses memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan laki-laki dan perempuan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi atas seluruh kebijakan dan program di berbagai bidang kehidupan dan sektor pembangunan.

PUG bertujuan untuk menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap laki-laki atau perempuan serta memberdayakan kedua kelompok tersebut agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan. PUG juga bermaksud untuk mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat yang masih menganggap bahwa laki-laki lebih superior daripada perempuan atau sebaliknya.

Dengan demikian, perbedaan antara peran laki-laki dan perempuan menurut pandangan masyarakat, sosial, budaya tidak harus menjadi penghalang bagi kesetaraan dan keadilan gender. Perbedaan tersebut seharusnya menjadi kekayaan yang saling melengkapi dan menghargai antara laki-laki dan perempuan.

Mengapa keragaman dikatakan sebagai dua sisi mata uang?

Sebutkan 5 saja ancaman di bidang militer!

Apa hubungan melestarikan budaya dengan upaya mempertahankan kemerdekaan?