Mengapa arus globalisasi dapat mengikis jiwa nasionalisme khususnya di kalangan generasi muda​?

Arus globalisasi merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari di era modern ini. Globalisasi membawa berbagai dampak positif dan negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu dampak negatif yang sering dikhawatirkan adalah terkikisnya jiwa nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda.

Jiwa nasionalisme adalah rasa cinta, bangga, dan loyal terhadap tanah air dan bangsa. Jiwa nasionalisme juga mencakup sikap menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, sejarah, dan identitas nasional. Jiwa nasionalisme sangat penting untuk mempertahankan kedaulatan, keutuhan, dan kemajuan bangsa.

Namun, arus globalisasi dapat mengikis jiwa nasionalisme khususnya di kalangan generasi muda karena beberapa faktor, antara lain:

  • Pengaruh budaya asing yang masuk melalui media massa, internet, dan pergaulan. Budaya asing seringkali dianggap lebih menarik, modern, dan prestisius daripada budaya lokal. Hal ini dapat membuat generasi muda lupa atau bahkan menolak budaya sendiri dan lebih mengagumi budaya asing.
  • Kurangnya pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan di sekolah dan keluarga. Pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan patriotisme pada generasi muda. Namun, pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan seringkali tidak mendapat perhatian yang cukup atau bahkan terabaikan di sekolah dan keluarga. Hal ini dapat membuat generasi muda tidak memiliki rasa tanggung jawab, hormat, dan peduli terhadap bangsa dan negara.
  • Rendahnya partisipasi politik dan sosial di masyarakat. Partisipasi politik dan sosial adalah salah satu bentuk aktualisasi jiwa nasionalisme. Dengan berpartisipasi politik dan sosial, generasi muda dapat berkontribusi untuk membangun dan memperbaiki kondisi bangsa dan negara. Namun, partisipasi politik dan sosial di kalangan generasi muda masih rendah karena berbagai alasan, seperti apatis, skeptis, atau tidak percaya terhadap sistem politik dan sosial yang ada.

Oleh karena itu, perlu ada upaya bersama dari berbagai pihak untuk mengembalikan dan memperkuat jiwa nasionalisme di kalangan generasi muda. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Meningkatkan kualitas pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan di sekolah dan keluarga. Pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan harus menjadi bagian penting dari kurikulum pendidikan formal maupun informal. Pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan harus disampaikan dengan metode yang menarik, interaktif, dan relevan dengan kehidupan generasi muda. Pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan harus menumbuhkan rasa cinta, bangga, loyal, hormat, peduli, tanggung jawab, kritis, kreatif, dan inovatif terhadap bangsa dan negara.
  • Mendorong generasi muda untuk mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya lokal. Budaya lokal adalah warisan leluhur yang memiliki nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Budaya lokal juga merupakan identitas bangsa yang membedakan kita dengan bangsa lain. Mendorong generasi muda untuk mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya lokal dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menyelenggarakan festival budaya, mengadakan lomba seni budaya, membuat komunitas budaya, atau membuat media sosial yang berisi informasi tentang budaya lokal.
  • Meningkatkan partisipasi politik dan sosial di masyarakat. Partisipasi politik dan sosial dapat meningkatkan kesadaran generasi muda tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara. Partisipasi politik dan sosial juga dapat meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kepentingan bangsa dan negara. Partisipasi politik dan sosial dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menjadi anggota partai politik, organisasi kemasyarakatan, atau organisasi kepemudaan, mengikuti pemilu, mengawasi pemerintah, atau melakukan aksi sosial.

Demikianlah beberapa faktor yang dapat mengikis jiwa nasionalisme khususnya di kalangan generasi muda dan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengembalikan dan memperkuat jiwa nasionalisme di kalangan generasi muda. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih mencintai dan berbakti kepada bangsa dan negara. Terima kasih.