Mengapa gotong royong dapat dikatakan sebagai perwujudan sila keempat Pancasila?​

Mengapa gotong royong dapat dikatakan sebagai perwujudan sila keempat Pancasila?​ – Gotong royong adalah salah satu nilai budaya yang telah lama hidup dan berkembang di masyarakat Indonesia. Gotong royong berarti saling membantu dan bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Gotong royong juga mencerminkan sikap saling menghormati, menghargai, dan menolong antara sesama manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, atau golongan.

Sila keempat Pancasila adalah Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Sila ini menegaskan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang mengutamakan kepentingan rakyat dan menghormati hak-hak asasi manusia. Sila ini juga menekankan pentingnya musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa.

Dari pengertian di atas, dapat dilihat bahwa gotong royong dapat dikatakan sebagai perwujudan sila keempat Pancasila karena:

  • Gotong royong menunjukkan bahwa rakyat Indonesia adalah satu kesatuan yang saling bergantung dan berkontribusi dalam membangun bangsa. Gotong royong juga menumbuhkan rasa persaudaraan, solidaritas, dan kebersamaan di antara warga negara.
  • Gotong royong menciptakan suasana yang kondusif untuk melakukan musyawarah dan mufakat. Dengan gotong royong, rakyat Indonesia dapat saling mendengarkan, menghargai, dan menghormati pendapat dan keputusan yang diambil bersama. Gotong royong juga mendorong partisipasi aktif rakyat dalam proses demokrasi.
  • Gotong royong mengandung nilai-nilai hikmat dan kebijaksanaan yang diperlukan dalam memimpin bangsa. Dengan gotong royong, rakyat Indonesia dapat bersikap bijak, adil, dan bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya dan potensi yang dimiliki. Gotong royong juga membantu rakyat Indonesia untuk mengatasi berbagai permasalahan dengan cara-cara yang kreatif, inovatif, dan solutif.

Oleh karena itu, gotong royong adalah salah satu bentuk nyata dari penerapan sila keempat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Gotong royong bukan hanya sekadar tradisi atau budaya, tetapi juga merupakan jati diri dan karakter bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan.