Mengapa Hak dan Kewenangan Itu Bersifat Aktif?​

Mengapa Hak dan Kewenangan Itu Bersifat Aktif?

Hak dan kewenangan adalah dua konsep yang sering digunakan dalam konteks hukum, politik, dan sosial. Hak adalah kemampuan atau kesempatan untuk melakukan sesuatu yang dianggap benar atau wajar oleh norma atau aturan yang berlaku. Kewenangan adalah kekuasaan atau wewenang untuk membuat keputusan, memberi perintah, atau mengatur sesuatu yang berkaitan dengan orang lain atau hal-hal tertentu.

Hak dan kewenangan itu bersifat aktif karena keduanya membutuhkan tindakan atau partisipasi dari subjek yang memilikinya. Hak tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada yang menggunakannya atau mempertahankannya. Kewenangan tidak akan efektif jika tidak ada yang mengakui atau mematuhinya. Hak dan kewenangan juga bersifat dinamis karena keduanya dapat berubah, berkembang, atau berkurang seiring dengan perubahan situasi, kondisi, atau kepentingan yang terlibat.

Hak dan kewenangan itu penting karena keduanya berhubungan dengan kebebasan, tanggung jawab, dan kesejahteraan manusia. Hak memberikan ruang bagi manusia untuk mengekspresikan diri, mengembangkan potensi, dan menikmati hak-hak asasi mereka. Kewenangan memberikan kerangka bagi manusia untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan menciptakan ketertiban sosial. Hak dan kewenangan juga saling mempengaruhi karena keduanya dapat mendukung, melindungi, atau mengancam satu sama lain.

Oleh karena itu, hak dan kewenangan itu harus dihormati, dijaga, dan diseimbangkan oleh semua pihak yang terkait. Hak dan kewenangan itu bukanlah sesuatu yang mutlak atau final, tetapi sesuatu yang relatif atau kontekstual. Hak dan kewenangan itu bukanlah sesuatu yang dapat disalahgunakan atau disalahgunakan, tetapi sesuatu yang harus digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab.