Mengapa konflik dalam suatu negara bisa terjadi​?

Konflik dalam suatu negara bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti perbedaan ideologi, etnis, agama, budaya, politik, ekonomi, atau kepentingan. Konflik bisa bersifat horizontal, yaitu antara kelompok-kelompok masyarakat, atau vertikal, yaitu antara masyarakat dengan pemerintah. Konflik bisa berdampak negatif maupun positif bagi perkembangan suatu negara.

Dampak negatif konflik antara lain adalah kerusakan infrastruktur, kematian dan luka-luka warga sipil, pengungsi dan migrasi paksa, pelanggaran hak asasi manusia, krisis kemanusiaan, kemiskinan, ketidakstabilan politik, dan radikalisasi. Dampak positif konflik adalah mendorong perubahan sosial, meningkatkan kesadaran politik, memperkuat solidaritas kelompok, dan menciptakan ruang dialog dan rekonsiliasi.

Untuk mengatasi konflik dalam suatu negara, diperlukan upaya preventif dan resolutif. Upaya preventif adalah mencegah konflik meletus atau eskalasi dengan cara membangun toleransi, keadilan, demokrasi, dan perdamaian. Upaya resolutif adalah menyelesaikan konflik yang sudah terjadi dengan cara diplomasi, mediasi, negosiasi, arbitrase, atau intervensi militer. Upaya preventif dan resolutif harus melibatkan semua pihak yang terkait dalam konflik, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.