Mengapa pkn di Indonesia dipandang lebih banyak dipengaruhi oleh civic education Amerika Serikat?

Mengapa pkn di Indonesia dipandang lebih banyak dipengaruhi oleh civic education Amerika Serikat?

Pendidikan kewarganegaraan (pkn) adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Tujuan dari pkn adalah untuk membentuk warga negara yang berjiwa pancasila, cinta tanah air, taat hukum, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, banyak orang yang mengkritik bahwa pkn di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh civic education Amerika Serikat (AS) daripada oleh nilai-nilai lokal dan nasional.

Civic education adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pendidikan yang bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab dalam demokrasi. Civic education AS menekankan pada hak dan kewajiban warga negara, proses politik, peran lembaga-lembaga demokratis, nilai-nilai pluralisme, toleransi, dan partisipasi publik.

Beberapa alasan mengapa pkn di Indonesia dipandang lebih banyak dipengaruhi oleh civic education AS adalah sebagai berikut:

  • Sejarah. Pkn di Indonesia mulai diperkenalkan pada masa Orde Baru (1966-1998) sebagai salah satu upaya untuk menangkal pengaruh komunisme dan ideologi lain yang dianggap bertentangan dengan Pancasila. Pada saat itu, pemerintah Indonesia mendapat bantuan dari AS dalam bidang pendidikan, termasuk dalam pengembangan kurikulum dan materi pkn. Beberapa ahli pendidikan dari AS juga terlibat dalam pelatihan guru-guru pkn di Indonesia. Hal ini membuat pkn di Indonesia banyak mengadopsi konsep dan metode civic education AS.
  • Globalisasi. Pkn di Indonesia juga dipengaruhi oleh perkembangan global, khususnya setelah reformasi tahun 1998 yang membawa perubahan politik dan sosial di Indonesia. Salah satu dampaknya adalah munculnya tuntutan untuk lebih menghormati hak asasi manusia, demokrasi, dan keberagaman. Pkn di Indonesia kemudian berusaha untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan tersebut dengan mengintegrasikan isu-isu global ke dalam kurikulum dan materi pkn. Beberapa isu global tersebut antara lain adalah lingkungan hidup, perdamaian dunia, hak-hak perempuan, anti korupsi, dan anti radikalisme. Isu-isu global ini juga merupakan bagian dari civic education AS yang telah lama diterapkan di sekolah-sekolah AS.
  • Standar internasional. Pkn di Indonesia juga dipengaruhi oleh standar internasional yang ditetapkan oleh organisasi-organisasi internasional seperti UNESCO, UNICEF, dan OECD. Organisasi-organisasi ini sering melakukan penelitian dan evaluasi tentang kualitas pendidikan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu indikator yang digunakan adalah kemampuan siswa dalam bidang civic and citizenship education (CCE), yaitu pendidikan yang berkaitan dengan kewarganegaraan dan keterlibatan sosial. CCE merupakan salah satu aspek dari civic education AS yang telah dikembangkan sejak lama. Oleh karena itu, pkn di Indonesia harus memenuhi standar internasional tersebut agar tidak tertinggal dari negara-negara lain.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pkn di Indonesia memang dipandang lebih banyak dipengaruhi oleh civic education AS daripada oleh nilai-nilai lokal dan nasional. Hal ini bukan berarti bahwa pkn di Indonesia tidak memiliki ciri khas atau identitas sendiri. Pkn di Indonesia tetap berlandaskan pada Pancasila sebagai ideologi negara dan sumber nilai-nilai kewarganegaraan. Pkn di Indonesia juga mencoba untuk mengakomodasi kebutuhan dan tantangan bangsa Indonesia dalam konteks global. Namun, pkn di Indonesia perlu terus melakukan evaluasi dan inovasi agar dapat memberikan pendidikan kewarganegaraan yang relevan, efektif, dan bermutu bagi generasi muda Indonesia.