PKI dibubarkan pada tanggal berapa?

PKI dibubarkan pada tanggal berapa? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan masyarakat Indonesia, terutama yang tertarik dengan sejarah politik negeri ini. PKI atau Partai Komunis Indonesia adalah salah satu partai politik yang pernah berkiprah di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda hingga tahun 1965.

PKI dituduh sebagai dalang dari Gerakan 30 September 1965, yang merupakan percobaan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Soekarno. Akibatnya, PKI menjadi sasaran pembantaian massal oleh militer dan kelompok-kelompok anti-komunis, yang menewaskan ratusan ribu orang, baik anggota maupun simpatisan PKI.

Tetapi kapan sebenarnya PKI resmi dibubarkan?

Jawabannya adalah pada tanggal 12 Maret 1966. Pada hari itu, Presiden Soekarno menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar), yang memberikan wewenang kepada Jenderal Soeharto, Panglima Angkatan Darat saat itu, untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk mengamankan negara dan revolusi.

Supersemar dianggap sebagai titik balik dari pergeseran kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto, yang kemudian menjadi presiden kedua Indonesia.

Salah satu tindakan yang dilakukan oleh Soeharto berdasarkan Supersemar adalah mengeluarkan Keputusan Presiden/Pangti Abri/Mandataris MPRS tanggal 12 Maret 1966 No.1/3/tahun 1966, tentang pembubaran P.K.I. beserta ormas2 jang bernaung dan berlindung dibawahnja.

Keputusan ini menyatakan bahwa PKI dan organisasi-organisasi sayapnya, seperti Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), Pemuda Rakyat, Barisan Tani Indonesia (BTI), dan lain-lain, dibubarkan dan dilarang berkegiatan di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, keputusan ini juga melarang penggunaan lambang-lambang, bendera-bendera, dan atribut-atribut lain yang berkaitan dengan PKI dan organisasi-organisasi tersebut.

Keputusan ini merupakan pukulan telak bagi PKI dan pengikutnya, yang sudah terdesak oleh tekanan militer dan sosial. Dengan dibubarkannya PKI secara resmi, maka berakhir pula eksistensi partai komunis di Indonesia, setidaknya secara legal dan formal.

Namun demikian, isu-isu tentang PKI masih terus bergulir hingga kini, baik dalam konteks sejarah maupun politik. Banyak pihak yang menuntut pengungkapan kebenaran tentang peristiwa-peristiwa yang terkait dengan PKI, seperti Gerakan 30 September, pembantaian massal, penahanan dan pengasingan politik, serta rehabilitasi nama baik korban-korban yang tidak bersalah.