Sebutkan 3 hasil kongres pemuda/Budi Utomo 5 Oktober 1908!

Sebutkan 3 hasil kongres pemuda/Budi Utomo 5 Oktober 1908

Budi Utomo adalah organisasi pergerakan nasional pertama di Indonesia yang didirikan oleh para mahasiswa STOVIA (Sekolah Tinggi Kedokteran) pada tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemajuan bangsa Indonesia, terutama di bidang pendidikan, pertanian, perdagangan, dan kebudayaan.

Untuk mengembangkan organisasi ini, Budi Utomo mengadakan kongres pertamanya pada tanggal 3-5 Oktober 1908 di Yogyakarta. Kongres ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari berbagai latar belakang, seperti priyayi, dokter, jaksa, guru, pelajar, pejabat Belanda, wartawan, dan perwakilan dari golongan Belanda dan Tionghoa.

Dalam kongres ini, banyak hal yang dibahas dan diputuskan oleh para peserta. Berikut adalah tiga hasil penting dari kongres Budi Utomo yang pertama:

1. Menghasilkan kepengurusan perkumpulan baru

Dalam kongres ini, susunan pengurus Budi Utomo yang semula didominasi oleh para mahasiswa STOVIA diganti dengan tokoh-tokoh yang lebih berpengalaman dan berwibawa. Misalnya, Dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai ketua umum, Dr. Soetomo sebagai ketua cabang Jakarta, dan Ki Hajar Dewantara sebagai ketua cabang Yogyakarta.

2. Mengesahkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Budi Utomo

Dalam kongres ini, para peserta menyetujui anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang menjadi pedoman organisasi Budi Utomo. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga ini mengatur tentang tujuan, keanggotaan, kepengurusan, cabang-cabang, rapat-rapat, dan keuangan organisasi.

3. Menetapkan tujuan Budi Utomo

Dalam kongres ini, para peserta menegaskan tujuan Budi Utomo, yaitu mengusahakan kemajuan yang selaras (harmonis) bagi negeri dan bangsa Indonesia, terutama dalam memajukan pengajaran, pertanian dan peternakan, perdagangan, teknik, industri, dan kebudayaan.

Untuk mencapai tujuan ini, Budi Utomo menyusun sembilan program kerja yang berkaitan dengan perluasan pendidikan rakyat, bantuan pengajaran agama di pedesaan, peningkatan pengajaran rendah dan pertanian, perbaikan pendidikan teknis para dokter pribumi, pengenalan bahasa Belanda dalam kurikulum sekolah dasar pribumi, pemberian kesempatan bagi kaum wanita untuk memperoleh pendidikan, pendirian pondokan bagi siswa-siswa yang belajar di kota-kota besar, pemajuan kerajinan dan perdagangan, serta pengembangan perpustakaan dan forum ceramah.

Demikianlah tiga hasil kongres pemuda/Budi Utomo 5 Oktober 1908 yang dapat saya sebutkan dalam blog post ini. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang sejarah pergerakan nasional Indonesia.