sebutkan gelaja gejala dalam masyarakat yang memiliki potensi sebagai penyebab konflik nasional

Konflik nasional adalah bentuk pertentangan antara kelompok-kelompok sosial yang berdampak pada stabilitas dan keutuhan negara. Konflik nasional dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Salah satu faktor internal yang dapat menjadi penyebab konflik nasional adalah adanya gejala-gejala dalam masyarakat yang menunjukkan ketidakharmonisan, ketimpangan, atau ketidakpuasan. Beberapa gejala tersebut antara lain:

  • Radikalisme dan intoleransi. Radikalisme adalah paham atau sikap yang menginginkan perubahan secara drastis dan menyeluruh terhadap sistem sosial, politik, atau agama yang ada. Intoleransi adalah ketidakmauan atau ketidaksukaan terhadap orang-orang yang berbeda keyakinan, pandangan, atau identitas. Gejala ini dapat menimbulkan konflik nasional jika mengarah pada kekerasan, diskriminasi, atau separatisme.
  • Korupsi dan nepotisme. Korupsi adalah tindakan penyalahgunaan wewenang atau jabatan untuk memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok. Nepotisme adalah perlakuan istimewa terhadap kerabat atau kelompok sendiri dalam hal penempatan jabatan, pemberian fasilitas, atau pembagian sumber daya. Gejala ini dapat menimbulkan konflik nasional jika menimbulkan ketidakadilan, kemiskinan, atau krisis kepercayaan terhadap pemerintah.
  • Disparitas dan marginalisasi. Disparitas adalah ketidakseimbangan atau ketidaksamaan dalam hal pendapatan, pendidikan, kesehatan, atau kesempatan antara kelompok-kelompok sosial. Marginalisasi adalah proses pengucilan atau peminggiran terhadap kelompok-kelompok sosial tertentu yang dianggap lemah, minoritas, atau tidak berdaya. Gejala ini dapat menimbulkan konflik nasional jika menimbulkan ketidakpuasan, pemberontakan, atau disintegrasi bangsa.