Sikap apa yang bisa kita contoh dari Ki Hajar Dewantara?

Sikap apa yang bisa kita contoh dari Ki Hajar Dewantara? Ki Hajar Dewantara adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang berjasa dalam bidang pendidikan. Beliau mendirikan Taman Siswa, sekolah nasional pertama bagi rakyat Indonesia, yang menentang sistem pendidikan kolonial Belanda. Beliau juga dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional dan tanggal lahirnya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Sikap apa yang bisa kita contoh dari Ki Hajar Dewantara?

Dari perjuangan dan pemikiran Ki Hajar Dewantara, kita bisa meneladani beberapa sikap, antara lain:

  • Berani menyuarakan kebenaran dan mengkritik ketidakadilan. Ki Hajar Dewantara pernah menulis artikel berjudul “Seandainya Aku Seorang Belanda” yang mengungkapkan ketidakpuasan terhadap kebijakan pendidikan Belanda yang diskriminatif. Artikel ini membuatnya ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka dan kemudian ke Belanda .
  • Rela berkorban demi kepentingan bersama. Ki Hajar Dewantara mengganti namanya dari Raden Mas Suwardi Suryaningrat menjadi Ki Hajar Dewantara untuk melepaskan diri dari gelar kebangsawanan dan mendekatkan diri dengan rakyat . Beliau juga mendirikan Taman Siswa dengan modal pribadi dan sumbangan dari masyarakat .
  • Cinta tanah air dan semangat nasionalisme. Ki Hajar Dewantara meyakini bahwa pendidikan adalah salah satu cara untuk mencapai kemerdekaan bangsa dari penjajahan. Beliau mengembangkan sistem pendidikan yang berdasarkan pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Indonesia .
  • Jiwa persatuan dan kesatuan. Ki Hajar Dewantara memiliki semboyan “Tut Wuri Handayani” yang artinya di belakang memberi dorongan. Semboyan ini menunjukkan sikap seorang guru atau pemimpin yang tidak otoriter, tetapi memberi ruang bagi murid atau bawahan untuk berkembang sesuai dengan potensi dan minat mereka.
  • Menghargai martabat manusia. Ki Hajar Dewantara memiliki konsep “Tri Sentra Pendidikan” yang terdiri dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Konsep ini menekankan bahwa setiap manusia memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan pendidikan yang layak, tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya.